Tambang-tambang Baru di Pulau Jawa
Saat membicarakan hiruk-pikuk dunia pertambangan dengan berbagai kasus dan polemik yang terjadi, yang sering terbayang di kepala adalah kawasan-kawasan di luar Jawa yang dulunya berhutan lebat dengan sungai-sungai yang mengalir deras. Tambang emas, timah, nikel, atau tembaga dll banyak berada di pulau-pulau Sumatera, Kalimantan, juga pulau-pulau kecil seperti Bangka dan Belitung. Namun di era keemasan industri pertambangan dan otonomi daerah ini, Jawa pun bisa disulap jadi lahan investasi tambang.
Belum banyak diungkap kecuali dalam laporan-laporan perusahaan, beberapa kuasa pertambangan (KP) baru yang segera beroperasi di Jawa, antara lain yaitu;
1. Cibaliung Gold Project (Austindo Resources, konstruksi) Ujung Kulon, Jawa Barat
2. KP Pekalongan (Austindo Resources, eksplorasi), Jawa Tengah
3. KP Trenggalek (Austindo Resources, eksplorasi), Jawa Timur
4. Kuda prospect (Straits Resources, eksplorasi), Garut, Jawa Barat
5. Indomines, (Feasibility Study) di Kulonprogo, DIY
Austindo perusahaan yang berkedudukan di Australia. Di proyek Cibaliung Austindo memegang 89% saham sementara sisanya dimiliki ANTAM. Di beberapa proyeknya di Jawa Austindo diperkirakan menjadi operator utama. Cibaliung Gold project sejak tahun lalu memasuki tahap studi kelayakan lalu konstruksi. Meskipun sempat mengalami penundaan karena perhitungan biaya yang berubah dengan terjadinya tsunami di Pangandaran (Austindo harus mengeluarkan biaya mitigasi resiko tsunami) namun proyek ini terus melaju sepanjang 2007. Australia & New Zealand Banking Group (ANZ) adalah salah satu garda financial Austindo, dan bagi kebanyakan junior miners dari negeri kanguru.
Proyek Cibaliung akan segera berproduksi (menurut versi Austindo) pada kuartal pertama 2008. Tambang Cibaliung akan dioperasikan dengan metode tambang tertutup (underground mining) selama 6 tahun umur tambang. Meskipun banyak pihak menganggap resiko lingkungan tambang tertutup lebih kecil dari tambang terbuka namun tidak menjamin akan bebas dari pencemaran. Jika di dalam tambang emasnya terkandung pyrite dan senyawa sulfida lainnya maka resiko munculnya air asam tambang menjadi persoalan serius. Sumber-sumber kontaminasi bisa berasal dari lorong tambang, waste rock dump, serta tailing dam.
Di Petungkriyono (Pekalongan), Austindo juga memperoleh KP eksplorasi dari pemerintah setempat. Petungkriyono adalah kecamatan yang berada di pegunungan Dieng, dikelilingi hutan produksi pinus yang cukup luas serta hutan alam di ketinggian lebih dari 1000 meter dpl. Jauh sebelum Austindo memulai eksplorasi, kawasan hutan produksi ini sudah jadi sengketa antara organisasi tani setempat dengan PT Perhutani. KP Pekalongan meliputi area seluas 5,618 ha. Sedangkan KP Trenggalek meliputi kawasan seluas 17,586 di daerah bernama Buluroto dan Sentul. Kedua prospek ini pertama kali ditemukan pada survey di tahun 1990an. Austindo merencanakan pengeboran di kedua prospek ini mulai awal 2008.
Straits Resources, perusahaan dari Australia ini memiliki proyek tambang yang sangat menguntungkan di Kalimantan Tengah. Lewat akuisisi atas kepemilikan Aurora Gold di PT Indomuro Kencana tiap tahun Straits memproduksi emas dan perak dari pedalaman Kalteng yang dulu hanya dikelola oleh penambang tradisional masyarakat Dayak. Straits juga merupakan pemilik tambang batubara di Pulau Sebuku (Kalsel). Sejak beberapa tahun belakangan Straits mendapatkan ijin eksplorasi di wilayah Cijulang (Garut).
Satu lagi proyek tambang yang nampaknya akan melaju mulus dan tidak mendapat banyak sorotan adalah tambang pasir besi di pesisir Kulonprogo. Operatornya adalah Indomines, perusahaan yang berkedudukan di Australia, mendapatkan Kuasa Pertambangan (KP) yang diterbitkan kepala daerah setempat lewat akuisisi saham. Kawasan ini nampaknya banyak digunakan warga sekitar sehingga resiko sosialnya cukup tinggi. Berikut adalah beberapa keterangan tentang proyek:
- Jumlah cadangan yang akan ditambang 300 juta ton pasir besi, produksi diperkirakan 300 ribu ton pertahun selama 15 tahun.
- Wilayah diindikasikan mengandung potensi pasir sedalam 10 meter berada sepanjang 22 km garis pantai dan lebar 1,8 km ke darat
- Survey topogaphy dikerjakan oleh Universitas Gajah Mada
- Management explorasi oleh Mackay & Schnellmann
- Drilling dilakukan oleh PT RB Drilling – Jakarta
- Analysis Laborat oleh ALS (Perth)
KP Indomines terbentang dari Kali Progo hingga Kali Bogowonto, selebar hampir dua kilometer ke darat. Sulit membayangkannya, akan seperti apa kawasan pantai ini setelah selesai ditambang. Satu pengalaman pahit tentang tambang pasir pantai bisa dilihat dari kasus pesisir Banten yang menyebabkan abrasi dan mematikan usaha perikanan.
Diperkirakan lebih banyak lagi KP baru akan dikeluarkan di Jawa karena survey geologi dan mineral juga aktif dilakukan walau tidak banyak publikasinya. Salah satunya yang disponsori oleh JICA di Jawa Timur (2001-2004) dan Tasikmalaya (2004-2007). Sementara itu di daerah Cigaru (Sukabumi) sekitar 15 km dari Pelabuhan Ratu, eksplorasi juga sedang giat dilakukan oleh perusahaan lokal PT Humanas. Konsesi yang dinamai Jampang prospect ini mencakup 8 KP seluas lebih dari 7000 hektar yang segera diakuisisi oleh Can-Asia dari Canada sebanyak 90%.
Proyek-proyek baru ini ibarat cermin yang mengingatkan pada nasib para korban kasus-kasus lama yang tidak kunjung selesai. Belum cukupkah Lapindo, Freeport, dll ???