Setelah Ingold, Newcrest, dan ANTAM yang lama bercokol, kepulauan Maluku dan sekitarnya segera menyambut hadirnya pemain baru di sektor tambang mineral. Investor yang baru saja meneken kesepakatan dengan pengusaha lokal ini adalah Asia Gold (South Gobi) kongsi tambang dari Vancouver, Kanada.
Dalam rilisnya South Gobi menyatakan telah menandatangani kontrak dengan anak perusahaan Harita Group untuk melakukan eksplorasi di dua KP seluas 25.771 Ha di Bacan, Maluku dengan prospek tembaga-emas. Dengan model joint venture ini kelak SG berhak atas 85% saham di perusahaan yang didirikan bersama sekutu lokalnya.
AG mengklaim saat ini di lokasi prospek sudah siap bekerja 50 orang dan sudah didirikan gardu eksplorasi. AG dimiliki oleh Ivanhoe Mines yang baru saja berpartner dengan BHP untuk pengembangan tambang emas-tembaga di Mongolia Selatan. Maluku telah menjadi saksi atas konflik sengit yang melibatkan usaha pertambangan mulai dari kasus Ingold Maluku Satu di pulau Haruku hingga Nusa Halmahera Minerals di Halmahera.